Manusia,
Yang berwajah suka berganti duka,
Sering senang atau iri pada nasib durjana atau bahagia,
Antara beriman atau tidak,
Itu juga sifatnya berpura-pura.
Manusia,
Menyembunyi kesumat busuk bersama senyuman mati,
Sering juga memperkotak-katikkan agama,
Demi kenafsuan semata,
Demi perut nasi tanpa hirau halal dunia.
Manusia,
Antara sedar atau tidak,
Mereka itu dilahirkan dari tanah yang sama,
Masih juga dengki sesama hati,
Kononnya Tuhan itu tidak adil dan saksama.
Sedangkan janjiNYA, rezeki itu ada dimana-mana.
Manusia,
Yang baik dipijakkan kepala,
Yang jahat diagung-agungkan menjadi takhta,
Riak dengan rezeki pinjaman Pencipta,
Tetapi agama didada mereka, terus terlantar bagaikan hati yang perlu dirawat.
Manusia,
Tidak kisah berlainan parti politik atau bukan,
Asalkan agama jangan dibuta tulikan,
Tidak kisah berlainan matlamat untuk dijuangkan,
Asalkan isi tulen agama tidak ditinggalkan.
Tuesday, 27 June 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Pada sebelah petang itu, aku menghampiri senja yang kian menghilangkan bayangnya. Benak fikiran dan dadaku sesak atasi rasa kesejukan di tub...
-
Berjubah putih,membawa "Al furqan" di hati, Menghafal kitab tidak henti-henti, Tidak peduli pada sang mulut yang mengeji, Demi ...
-
Ada apa sebenarnya dengan rasa ini, Kadang dia datang dengan tiba-tiba, Membawa emosi dan kecewa yang melanda, Tanpa jelas, keliru seakan me...
-
موستيک Kau yang berselindung Di balik sutera Warnamu pelangi Engkau mustika hati Pesona cinta Mahligai rindu Alam dingin yang kejam ...
No comments:
Post a Comment