Dunia dakwah terpalit lekat,
Sibuk jaja,tayang benda,
Kononnya indah beragama,
Lalu,kebodohan puak berserat-serat.
Ustaz,ustazah berlekas-lekas,
Mencari pesalah,dijatuhkan hukum,
Kononnya ajaran beragama,
Lalu,imej diri dihias-hias.
Masyarakat kabur,tercari-cari,
Rupa yang dicari tersilap pergi,
Palsu hadis,kitab digempuri,
Melawan siapa yang paling dekat dengan nabi.
Caki maki zikir rohani,
Katanya zikir tiada tempat di mazhab syafi'e,
Bidas sia usul sial,
Dituduh wahabi malu sendiri.
Satu golongan hidup berjuang,
Jangan lawan,jangan tentang,
Itu sunnah nabi terang-terang,
Kerana itulah KITA kembali tenang.
Friday, 29 December 2017
Wednesday, 13 December 2017
T. U. N
Jenuh tubuh itu bermandi peluh,
Berkalung susah menabur kerah,
Lalu,lahir maju di pelusuk daerah,
Lalu,lahir bangsa mendabik dedak.
Rusuh diri terdesak mencapai impi,
Riuh cara,bermacam isi untuk diingati,
Lalu,lahir bangunan megah dipinggiri,
Lalu,lahir penerus "baba dan mama" untuk legasi.
Kini, tubuh itu usang ibarat kapur lama,
Kian malap, kian tidak berasah tajam,
Lalu,menyuara resah, bodoh itu menjadi sukatannya,
Lalu,menjernihkan ketokohannya menjadi agenda busuk dimata penerusnya yang mentah-mentah saja.
Kini,kehilangannya ibarat nasi sebutir dicelah gigi,
Tidak peduli jasa berkering, tabur indah untuk negara yang dicintai,
Kini, tubuh tua itu menjadi bangkai hidup yang dilupai "nyawanya",
Kini, tubuh itu dianggap pengkhianat oleh pengkhianat kelas PERTAMA.
Berkalung susah menabur kerah,
Lalu,lahir maju di pelusuk daerah,
Lalu,lahir bangsa mendabik dedak.
Rusuh diri terdesak mencapai impi,
Riuh cara,bermacam isi untuk diingati,
Lalu,lahir bangunan megah dipinggiri,
Lalu,lahir penerus "baba dan mama" untuk legasi.
Kini, tubuh itu usang ibarat kapur lama,
Kian malap, kian tidak berasah tajam,
Lalu,menyuara resah, bodoh itu menjadi sukatannya,
Lalu,menjernihkan ketokohannya menjadi agenda busuk dimata penerusnya yang mentah-mentah saja.
Kini,kehilangannya ibarat nasi sebutir dicelah gigi,
Tidak peduli jasa berkering, tabur indah untuk negara yang dicintai,
Kini, tubuh tua itu menjadi bangkai hidup yang dilupai "nyawanya",
Kini, tubuh itu dianggap pengkhianat oleh pengkhianat kelas PERTAMA.
Subscribe to:
Comments (Atom)
Pada sebelah petang itu, aku menghampiri senja yang kian menghilangkan bayangnya. Benak fikiran dan dadaku sesak atasi rasa kesejukan di tub...
-
Berjubah putih,membawa "Al furqan" di hati, Menghafal kitab tidak henti-henti, Tidak peduli pada sang mulut yang mengeji, Demi ...
-
Ada apa sebenarnya dengan rasa ini, Kadang dia datang dengan tiba-tiba, Membawa emosi dan kecewa yang melanda, Tanpa jelas, keliru seakan me...
-
موستيک Kau yang berselindung Di balik sutera Warnamu pelangi Engkau mustika hati Pesona cinta Mahligai rindu Alam dingin yang kejam ...